Picture
"Bersabarlah kepada setiap orang, tetapi lebih bersabarlah kepada dirimu sendiri. Janganlah gelisah karena ketidaksempurnaanmu, dan bangunlah selalu dengan perkasa dari suatu kejatuhan." ~ Andrio An (R10)

Tersentak hati melihat ketika sebuah Empati/Kepedulian sudah tidak lagi dimiliki oleh Pemerintah/penguasa yang notabene harus memiliki sebuah kepedulian terhadap masyarakat yang dipimpinnya. Terlalu besar cakrawala cara berfikir yang saya bayangkan apabila ini semua berbicara tentang maslah bangsa karena sangat-sangat disadari mungkin terlalu jauh domain itu untuk dikejar dengan kapasitas yang ada.Cukup hanya berfikir dengan realita yang ada. Berupaya menyederhanakan mindset untuk hanya berfikir selingkupan sebuah kota kecil yang bernama Sawahlunto saja. Sebuah Kota tempat saya lahir dan dibesarkan. Sebuah kota yang selalu mengetuk  sebuah asa untuk bisa berbuat yang terbaik bagi kota ini lewat sebuah Kepedulian.

Bila kita berandai-andai, bagaimana cara kita mensejahterakan kota ini beserta masyarakatnya, maka dengan cara berbuat yang terbaik serta sebuah kepedulian, disertai sikap kritisi terhadap pengambil kebijakan  agar tersalur apa yang sesungguhnya menjadi keinginan masyarakat kota dalam kerangka kemashlatan umat. Begitu juga bila kita menginginkan kebahagiaan orang lain, berikanlah rasa kepedulian kita materi maupun non materi karena dengan berbagi rasa peduli maka mereka yang merasa diperhatikan akan bangga menjadi masyarakat kota Sawahlunto, bangga akan moral pengambil kebijakan dan masyarakatnya yang penuh kepedulian. Hal ini juga akan mempererat tali silahturahim antara pengambil kebijakan dengan masyarakatnya. Harus ada yang berani menunjukkan bahwa kita bukanlah masyarakat yang individualis. Hal ini harus dimulai dengan diri sendiri, mengkritisi diri sendiri.

Kepedulianpun akan memiliki dampak yang sangat besar terhadap diri kita, dampak yang tak terlihat dipermukaan, yaitu kebahagiaan bathin, kebahagian atas pengetahuan bahwa kita sebagai manusia memiliki tujuan agar berguna bagi orang banyak. Kebahagian yang jauh lebih besar , kebahagian yang jauh lebih mulia.

Bukankah satu pertanyaan terbesar dalam hidup yang sedang kita jalani hari ini adalah :
untuk apa aku dilahirkan ke dunia ini?

Disinilah inti dari kepedulian tersebut, bahwa kita telah memiliki tujuan hidup. Beribu macam rasa kepedulian yang bisa kita berikan, namun hanya ada satu cara untuk menjadikannya berarti, yaitu disertai dengan rasa ketulusan. Maka lengkaplah kita menjadi masyarakat yang bermoral sosial.

Apa yang kita inginkan adalah membentuk karakter pengambil kebijakan yang  memiliki budaya saling peduli. sebuah efek domino positif, penyebaran virus yang baik. Mari kita perjuangkan  budaya saling peduli untuk menjadi karakter kita semua yang berada di kota ini, sehingga layak kita menyebutkan bahwa kita ini adalah bangsa yang berprikemanusiaan juga bangsa yang beradab.


 


Comments




Leave a Reply